Perkembangan Masyarakat & Kebudayaan Virtual

Perkembangan Masyarakat

Perkembangan Masyarakat adalah Manusia satu yang bersatu dengan manusia lainnya dalam suatu wilayah tertentu akan membentuk sebuah masyarakat. Dari masyarakat inilah akan lahir nilai-nilai bermasyarakat yang berkembang menjadi kebudayaan.

Secara sederhana ada 3 tahap perkembangan masyarakat. Berdasarkan tata kehidupan dan penciptaan serta penggunaan ilmu pengetahuan dan teknologi, yakni :

  • Tradisional
  • Masyarakat Transisi
  • Modern

Masyarakat Tradisional

Masyarakat tradisional adalah warga yang tertutup, pada monopolistik terdapatnya seperangkat pemikiran dan nilai yang meresapi, mengatur dan menguasai, menyatukan semua bidang yang ada.

Ciri-ciri masyarakat pada tahapan ini adalah:

  • Berbentuk komunitas kecil, dan homogen.
  • Pranata sosial bertumpu pada hubungan kekerabatan.
  • Secara geografis berada di daerah terpencil dan sulit terjangkau.
  • Masih hidup dengan sistem ekonomi subsistem.
  • Peralatan dan teknologinya sederhana.
  • Ketergantungan kepada lingkungan.

Terbatasnya akses pelayanan sosial, ekonomi dan politik.

Masyarakat Transisi

Masyarakat Transisi adalah masyarakat yang berada diantara masyarakat tradisional dan modern. Pada umumnya berada di daerah marginal atau kota-desa.

Ciri-ciri dari masyarakat transisi adalah :

  • Adanya pergeseran dalam bidang, misalnya pekerjaan, seperti pergeseran dari tenaga kerja pertanian ke sektor industri.
  • Adanya pergeseran pada tingkat pendidikan. Di mana sebelumnya tingkat pendidikan rendah, tetapi sekarang menjadi mempunyai tingkat pendidikan yang meningkat.
  • Mengalami perubahan ke arah kemajuan.
  • Masyarakat sudah mulai terbuka dengan perubahan dan kemajuan jaman.
  • Tingkat mobilitas masyarakat tinggi
  • Biasanya terjadi pada masyarakat yang sudah memiliki akses ke kota misalnya jalan raya.

Artikel Terkait : Perkembangan Masyarakat Masa Munculnya Rasa Kebangsaan

Masyarakat Modern

Modern adalah masyarakat yang telah meninggalkan cara-cara tradisional yang sebagian besar warganya mempunyai orientasi nilai budaya yang terarah ke Kehidupan dalam peradaban dunia masa kini. Masyarakat modern relatif bebas dari kekuasaan adat-istiadat lama, Karena mengalami perubahan dalam perkembangan zaman dewasa ini. Perbahan-perubahan itu terjadi sebagai akibat masuknya pengaruh kebudayaan dari luar yang membawa kemajuaan terutama dalam bidang ilmu penghetahuan dan teknologi.

Ciri-ciri masyarakat modern :

  • Menerima hal-hal baru.
  • Menyatakan pendapat baik tentang lingkunganya sendiri maupun luar.
  • Masyarakatnya heterogen.
  • Sistem pelapisan sosialnya terbuka.
  • Mobilitas sosialnya tinggi.
  • Melakukan tindakan secara rasional.
  • Tidak terikat pada tradisi/adat.
  • Menghargai waktu.
  • Memiliki perencanaan dan pengorganisasian.
  • Percaya diri.
  • Perhitungan.
  • Menghargai harkat orang lain.
  • Lebih percaya pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
  • Menjunjung tinggi suatu sikap dimana imbalan sesuai dengan prestasi yang diberikan.

Teknologi telah mengubah bentuk masyarakat menjadi global, yang merupakan sebuah dunia yang sangat transparan terhadap perkembangan informasi, transportasi serta teknologi yang begitu cepat dan begitu besar mempengaruhi peradaban umat manusia, sehingga dunia juga dijuluki sebagai the big village, yaitu sebuah desa yang besar, di mana masyarakatnya saling kenal dan saling menyapa satu sama lainnya.

Masyarakat global itu juga dimaksud sebagai sebuah kehidupan yang memungkinkan komunitas manusia menghasilkan budaya-budaya bersama, menghasilkan produk-produk industri bersama, menciptakan pasar bersama, melakukan pertahanan militer bersama, menciptakan mata uang bersama, dan bahkan menciptakan peperangan dalam skala global di semua lini. Perkembangan teknologi informasi juga tidak saja mampu menciptakan masyarakat dunia global, namun secara materi mampu mengembangkan ruang gerak kehidupan baru bagi masyarakat.

Masyarakat Nyata

Masyarakat nyata adalah sebuah kehidupan masyarakat yang secara inderawi dapat dirasakan sebagai sebuah kehidupan nyata, di mana hubungan-hubungan sosial sesama anggota masyarakat dibangun melalui penginderaan. Secara nyata kehidupan masyarakat manusia dapat disaksikan sebagaimana apa adanya. Sedangkan kehidupan masyarakat maya adalah sebuah kehidupan masyarakat manusia yang tidak dapat secara langsung diindera melalui penginderaan manusia, namun dapat dirasakan dan disaksikan sebagai sebuah realitas sosial.

Penggunaan internet dan perangkatnya sebagai ruang sosial dan budaya di dunia virtual, Bourdieu mengistilahkannya dengan ‘culture capital’. Simbol dari gaya hidup kaum urban yang berinteraksi di ruang maya. Jika mengacu pada pemikiran Galbraith, mungkin fenomena ini yang dialami ‘the affluent society’.

Catatan terpenting bahwa, budaya online merupakan kelanjutan dari budaya konsumen digital/virtual. Bentuk-bentuk variatif berkomunikasi semakin tak terelakkan (e-mail, chatting, mailist, facebook, twitter, dan seterusnya). Penggunaan internet sebagai ruang sosial dan budaya di aras virtual mengandalkan terbentuknya korelasi tentang fenomena konsumsi dan gaya hidup virtual, terlebih sejak munculnya komunitas maya. Realitas komunitas maya telah menemukan karakternya yang khas, contohnya komunitas maya Kaskuser yang sudah mencapai jutaan lebih.

Analisis Terkait Kehidupan Nyata

Pada era modern ini, banyak masyarakat yang mulai mengikuti perkembangan zaman, dengan mengikuti trend western atau kebarat-baratan. Dan itu memberikan dampak negatif dan positif bagi masyarakat. Teknologi telah mengubah bentuk masyarakat menjadi global, yang merupakan sebuah dunia yang sangat transparan terhadap perkembangan informasi, transportasi serta teknologi yang begitu cepat dan begitu besar mempengaruhi peradaban umat manusia, sehingga dunia juga dijuluki sebagai the big village, yaitu sebuah desa yang besar, di mana masyarakatnya saling kenal dan saling menyapa satu sama lainnya.

Dengan adanya perkembangan zaman pula, terciptanya trend western. Di mana anak muda zaman sekarang mengikuti style orang barat, sebenarnya hal ini memiliki pengaruh negatif yang lebih banyak, namun sisi positifnya, masyarakat bisa memetik pengetahuan dan belajar tentang budaya barat.

Dampak positif yang terdapat dalam perkembangan zaman, adalah adanya teknologi yang canggih dari masa ke masa sehingga mempermudah masyarakat untuk mendapatkan informasi dan segala kebutuhan yang ada. Teknologi yang tercipta juga begitu beragam, dengan kecanggihan gadget masyarakat bisa belajar kapan dan di mana yang diinginkan, di sekolah, di perpustakaan, di kamar, di rumah teman, di dapur, di bus atau di mana pun masyarakat bisa dengan mudah mengakses internet atau bahkan searching berbagai macam tugas di mbah google. Kehadiran ruang sosial maya memberikan perspektif baru dalam memahami perkembangan teknologi media. Ruang sosial maya ini berguna untuk mengeksplorasi dan menyalurkan segala informasinya tanpa memperhatikan batasan-batasan ruang dunia nyata. Sebagai bentuk alegori dari kesiapan manusia menuju pemahamannya terhadap realitas kesadaran rasionalnya

Perkembangan Zaman Yang Mempengaruhi Masyarakat

Sisi negatifnya, dengan perkembangan zaman ini dapat mempengaruhi pola pikir masyarakat, terutama anak muda yang selalu mengikuti style orang barat, di mana berpakaian layaknya orang telanjang, memakai jeans mini, baju tak berlengan sekarang sudah marak di Indonesia, masyarakat pun sudah tidak mempunyai rasa malu untuk mengumbar aurat mereka. Sisi negatif dari adanya teknologi juga mengkhawatirkan generasi bangsa, di mana banyak masyarakat yang menggunakan gadget untuk hal-hal yang tidak baik, seperti melihat video-video porno, memperjual belikan anak, atau bahkan membuat situs-situs yang tak layak di jejaring media.

Adanya sinetron maupun film yang mulai bergenre romance dengan memasukkan kisah-kisah seperti layaknya orang barat, memutarkan film asmara yang bercinta dapat memberikan pengaruh buruk bagi generasi muda yang akan berakibat pada masa depan, di mana banyak anak atau remaja yang mengikuti isi dalam kisah film tersebut, banyak generasi muda yang menjalin hubungan dengan lawan jenis, bercumbu mesra, dan hampir 88% remaja di Indonesia berpacaran dan bahkan hamil di luar nikah. Naudzubillah min dzalik.

Namun tak jarang remaja yang berprestasi di Indonesia, yang membuat bangga orang tua dan mengangkat serta mengharumkan nama bangsa (semoga kita menjadi salah satu didalamnya).

Selain sisi negatif dan positif dari budaya, terdapat pula konflik dalam kebudayaan, secara umum konflik dalam kebudayaan yang terjadi adalah berfokus pada budaya kelas menengah, banyak orang dipisahkan dari kebudayaan tersebut oleh kemiskinan, ras dan kekurangan pendidikan. Setiap kebudayaan mengesahkan bagi anggota-anggotanya dengan cita-cita dan norma-norma tertentu. Kebudayaan ideal adalah kebudayaan yang pantas disetujui oleh masyarakat dan dilestarikan dan mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia. Sedangkan kebudayaan yang nyata adalah kebudayaan yang terlihat dan aktual mempengaruhi tingkat pengetahuan dan meliputi sistem ide atau gagasan yang terdapat dalam pikiran manusia.